Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Maret 2010

Promosi Standart Profesi Teknologi Informasi

Beberapa rencana kegiatan SRIG-PS pada masa mendatang dalam upaya memasyarakatkan model standardisasi profesi dalam dunia TI adalah :
  • Distribusi dari manual SRIG-PS di SEARCC”96 di Bangkok.pada bulan Juli 1996.
  • Promosi secara ekstensif oleh para anggota dari 1996-1997
  • Presentasi tiap negara yang telah benar-benar mengimplementasikan standard yang berdasarkan model SRIG-PS, pada SEARCC’97 di New Delhi. Ini merupakan penutupan phase 2 dari SRIG-PS.

Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi ini, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.

Rencana strategis dan operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di negara-negara anggota SEARCC.





Promosi ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai adalah berbeda-beda.

  • Pemerintah, untuk memberi saran kepada pemerintah, dan pembuat kebijaksanaan dalam bidang TI dalam usaha pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang TI.
  • Pemberi Kerja, untuk membangkitkan kesadaran di antara para pemberi kerja tetang nilai-nilai dari standard profesional dalam meningkatkan kualitas profesional TI.
  • Profesional TI, untuk mendorong agar profesional TI, dari negara anggota melihat nilai-nilai snatndar dalam profesi dak karir mereka.
  • Insitusi dan Penyusun kebijaksanaan Pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard profesional di regional ini dalam Teknologi Informasi.
  • Masyarakat Umum, untuk menyadarkan umum bahwa Standard Profesional Regional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.

Untuk mempromosikan model standardisasi dalam dunia TI ini, SEARCC memiliki berbagai perencanaan kampanye antara lain :

  • Publikasi dari Standard Profesional Regional diterbitkan di seluruh negara anggota
  • Presentasi secara formal di tiap negara anggota.
  • Membantu implementasi standard di negara-negara anggota
  • Memonitor pelaksanaan standard melalui Himpunan/Ikatan nasional
  • Melakukan evaluasi dan pengujian
  • Melakukan perbaikan secara terus menerus
  • Penggunaan INTERNET untuk menyebarkan informasi mengenai standard ini.

Untuk mengimplementasi promosi di Phase 2, SRIG-PS memperoleh dana bantuan yang akan digunakan untuk :

  • Biaya publikasi : disain, percetakan dan distribusi
  • Presentasi formal di negara anggota
  • Membantu implementasi standar di negara anggota
  • Pertemuan untuk mengkonsolidasi, memonitor, dan bertukar pengalaman

Adalah penting untuk menyusun WEBpage mengenai Standardisasi Profesi pada Teknologi Informasi. WEBpage ini akan memberikan informasi mengenai model SRIG-PS dan model standard di Indonesia.


sumber : http://www.ipkin.or.id

Implementasi IPKIN di Indonesia


Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerintah melalui Departemen terkait.

Langkah-langkah yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai beriku :

  • Penyusunan kode etik profesiolan Teknologi Infomrasi
  • Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia
  • Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI
  • Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi
  • Penerapan mekanisme re-sertifikasi
sumber : http://www.ipkin.or.id

Jumat, 08 Januari 2010

Pulau KOMODO


Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan Pulau Komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Tahun 2008, di pulau ini hanya terdapat sedikitnya 1200 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca sehingga jumlah mereka keseluruhan menjadi sekitar 2500 ekor.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

KOMODO NATIONAL PARK


Komodo National Park adalah taman nasional di Indonesia yang terletak di dekat Lesser Sunda Islands di perbatasan wilayah antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Taman termasuk tiga besar pulau Komodo, Rinca, dan Padar, serta sejumlah pulau kecil lainnya dan luas wilayah mencapai 1.817 km² (603 km² daratan). Taman nasional ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi biawak Komodo. Kemudian taman nasional ini didedikasikan untuk melindungi spesies lainnya, termasuk spesies laut. Pulau-pulau di taman nasional berasal dari aktivitas volkanis. Sekitar 4000 orang tinggal di dalam taman. Pada tahun 1991 taman nasional yang dinamai UNESCO, Situs Warisan Dunia.


Scuba diving adalah olahraga air terpopuler di Taman Nasional Komodo karena keanekaragaman hayati laut yang tinggi, termasuk ikan hiu, ocean sunfish, Manta rays, eagle rays, tiny seahorse, false pipefish, clown frogfish, nudibranchs, gurita cincin-biru, sponges, tunicates, dan karang.\ Sejak 1995, taman nasional kewenangan telah didukung oleh The Nature Conservancy(TNC), sebuah organisasi lingkungan Amerika. Rencana pengelolaan yang baru bersama dengan Authored TNC dan dilaksanakan pada tahun 2000 untuk menangani masalah peningkatan sumber daya alam, baik laut dan daratan . Sebagian besar tekanan pada sumber daya kelautan perikanan berasal dari masyarakat dan perusahaan-perusahaan komersial dari luar taman. Namun, peraturan dan larangan penggunaan sumber berdampak pada kebanyakan warga di taman, yang memiliki sedikit pilihan untuk menjalani hidup dan bergantung pada apa yang telah ditawarkann taman. Pemberian mata pencaharian alternatif adalah bagian dari keseluruhan strategi manajemen, namun masyarakat di dalam taman belum mendapat manfaat dari langkah-langkah yang tepat dalam menangani kebutuhan mereka.


Pengembangan – yang sebagian besar berbasis kelautan – ecotourism adalah strategi utama untuk membuat taman dengan pembiayaan sendiri dan menghasilkan pendapatan yang memadai melalui pintu masuk dan biaya lisensi pariwisata untuk menutupi biaya operasional dan manajerial. Hingga saat ini, sebuah joint venture antara TNC dan sebuah badan pariwisata menjadi operator wisata konsesi, yang juga meluas menjadi hak taman manajemen. Konsesi ini menghasilkan kontroversi yang terus-menerus. Joint venture yang dituduh telah membuat keputusan sepihak sehingga banyak orang di sekitar Komodo yang menyatakan bahwa pihak joint venture belum berkonsultasi tentang keputusan yang akhirnya mempengaruhi kehidupan masyarakat yang tinggal di Pulau Komodo dan sekitarnya.


Hal yang paling menjadi sorotan dari kontroversi tersebut disebabkan oleh kematian dari beberapa nelayan yang sejak tahun 1980-an. Keadaan dari para nelayan yang tewas menunjukkan bahwa mereka seolah dibunuh secara sengaja. conteste. Sedangkan taman patroli (termasuk, polisi dan personil angkatan laut) klaim mereka bertindak dalam mempertahankan diri, sedangkan masyarakat menuduh pengelola taman yang sengaja membunuh nelayan.


Taman Nasional Komodo tetap memberikan rasa hormat bagi para wisatawan, tetapi konflik antara manajemen taman, TNC, dan masyarakat setempat terus tidak menemukan titik terang. Taman Nasional Komodo telah dicalonkan dan menjadi salah satu dari 28 finalis untuk menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia yang baru. Mercury Development Solution, sebuah perusahaan pembangunan berbasis real estate dari Bali, adalah salah satu perusahaan yang aktif dalam promosi dan dukungan bagi Komodo, untuk membuat kawasan ini diketahui di internasional. Pulau Kanawa, adalah langkah pertama yang diambil oleh perusahaan untuk meningkatkan fasilitas dan akomodasi untuk para tamu, membawa ke layanan standar yang tinggi dan ramah lingkungan.

Sabtu, 26 Desember 2009

Kategori batik

Batik keraton

Batik keraton adalah batik dari Surakarta (Solo) dan Yogyakarta (Yogya).

Ceplokan Kasatrian

Filosofi : motif ini digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah; orang yang mengenakannya akan terlihat gagah dan kepribadian yang berani.


Parang Rusak Barong

Filosofi : Parang berarti senjata ; menunjukkan kekuatan, kekuasaan, dan pergerakan yang gesit. Ksatria yang mengenakan batik ini terlihat gagah dan cekatan.


Kawung

Filosofi:: Motif ini digunakan oleh para Raja dan keluarga kerajaan, sebagai sebuah simbol kekuasaan dan keadilan. Empat buah lingkaran dengan sebuah pusat juga menandakan Raja dengan para asistennya.


Truntum

Filosofi: Truntum berarti membimbing. Motif ini mengandung makna bahwa diharapkan orang yang memakainya dapat memperoleh dan member kebaikan.


refrensi : http://www.wacananusantara.org

Macam-macam Desain Batik

Macam-macam Desain Batik

Pada umumnya, ada dua jenis desain batik, yaitu: geometris dan non-geometris

1. Geometris

a. Motif Parang dan diagonal
















b. Persegi/persegi panjang, silang atau motif Ceplok dan Kawung














Motif ceplok (kiri) yang muncul pada patung Syiwa di candi Singosari

c. Motif bergelombang (Limar)














2. Non-Geometris

a. Semen

Motif semen terdiri dari flora, fauna, gunung (meru), dan sayap yang dirangkai secara harmonis.















b. Buketan












c. Lunglungan










refrensi : http://www.wacananusantara.org

Selayang Pandang Batik Nusantara

Batik merupakan seni melukis yang dilakukan di atas kain. Dalam pengerjaannya, pembatik menggunakan lilin atau malam untuk mendapatkan ragam hias atau pola di atas kain yang dibatik dengan menggunakan alat yang dinamakan canting. Secara etimologi, batik berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” yang berarti menulis dan “tik” yang berarti menitik.


Indonesia memiki banyak karya budaya. Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang yang memiliki kelebihan tersendiri dibanding peninggalan budaya Indonesia lainnya. Nilai pada batik Indonesia bukan hanya semata-mata pada keindahan visual. Lebih jauh, batik memiliki nilai filosofi yang tinggi serta sarat akan pengalaman transendenitas. Nilai inilah yang mendasari visualisasi akhir yang muncul dalam komposisi batik itu sendiri.


Kegiatan membatik merupakan sebuah proses yang selain membutuhkan ketelatenan dan keuletan, juga memerlukan kesungguhan dan konsistensi yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari serangkaian proses, mulai dari mempersiapkan kain (pencucian, pelorodan, pengetelan, pengemplongan), membuat pola (ngelowongi), membuat isian (Ngisen-iseni), Nerusi, Nembok, hingga Bliriki. Melalui serangkaian proses panjang tersebut, dapat diketahui bahwa proses pembuatannya membutuhkan waktu dan kesabaran yang tidak sedikit.

Batik dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: proses pembatikan, qualitas pembatikan, motif, dan warna batik (bagi beberapa orang ada yang memperhitungkan makna atau nilai yang terkandung dalam selembar kain batik).

Secara visual, batik mempunyai pakem-pakem tertentu yang mesti diterapkan dalam penggunaannya, baik dalam pakem pembuatan pola maupun pakem penggunan motif tersebut beserta acara atau upacara ritual yang akan diselenggarakan. Seperti contohnya pola Parang Rusak yang hanya boleh digunakan oleh Pangeran atau Pola Truntum yang diperuntukkan bagi pasangan pengantin.

Warna yang digunakan pada batik keraton terbatas pada pewarna alami, pasalnya pada masa itu belum ditemukan pewarna sintesis. Berdasarkan kosmologi Jawa, penerapan warna seperti hitam, merah, putih atau coklat mengacu pada pakem yang berlaku. Semua tata aturan tersebut bertujuan untuk penyelarasan dan harmonisasi. Penyelarasan dan harmonisasi itu sendiri merupakan suatu tujuan utama dari kearifan lokal dalam penciptaan karya seni, dalam hal ini adalah batik. Penciptaan tersebut merupakan suatu bagian dari kehidupan sehari-hari. Hal ini kiranya sesuai dengan adagium “seni sebagai seni”, bukan seni untuk sebatas harta.


refrensi : http://www.wacananusantara.org